29 plays

PATH - FLUKEMINIMIX

The rings of the bells

Pounds of my heart

Walking under

Witness of blackroof

Don’t want to know

Why should have know

Tell me story

That I never heard

Laughing life stabbing by knife

Sounds of river squire daylight

This is my path, at a child

Lost my footstep, and gone wild

Everynight haunted by a witch

Please I am, that I’m getting wicked

Dear Apel,

Bagaimana keadaanmu? Sungguh aku benar-benar rindu dengan mu saat ini. Aku mau kamu disini, bersamaku.

Belom genap satu tahun usia kita bersama, kini kamu telah pergi meninggalkan diriku. Bukan! Lebih tepatnya kau direbut paksa oleh seseorang dari kehidupanku. Jujur, aku sangat sedih mengingat betapa berat perjuangan untuk mendapatkan dirimu agar kita bisa hidup bersama. Sungguh tega orang itu ya, pel.

Kata orang, aku harus mengikhlaskanmu. Aku sudah coba, pel. Kamu tahu? Itu sangat sulit. Kamu sudah terlalu berarti buat ku. Sudah banyak kenangan yang kita lalui bersama dan itu sulit untuk dilupakan.

Saat ini, aku hanya berharap kamu baik-baik saja. Ya, dia memanfaatkanmu untuk hal yang baik. Bukan untuk ajang pamer semata. Karena aku tahu, banyak sekali yang terpesona padamu, dan salah satunya aku.

9 plays

Cat And Rat (FRAU)


Ratty the rat hates Catty the cat 
She’s always making fun of his weird and long teeth 
Ratty the rat thinks Catty’s a brat 
He hates her perfect fur cut and can’t stand her brags 

Perfect cut, and whitish fur 
And slippery tongue and mindless mind 
Selfish girl and stupid cat 
And never will she change to a nicer cat, change to a nicer cat 
Change, change, change, change 

Catty the cat hates Ratty the rat 
He’s always making fun of her perfect white fur 
Catty the cat thinks Ratty’s a brat 
She hates his weird and long teeth and can’t stand his brags 

Long weird teeth and stupid smile 
And smelly breath and dirty coat 
Selfish boy and stupid rat 
And never will he change to a nicer rat, change to a nicer rat 
Change, change, change, change 

Oh, little did they know that they loved 
Loved each other damn hard

Sebelum Suatu Elegi (Musikalisasi Puisi)

Puisi Karya Abdul Hadi

Lagu gubahan Mimi Larasati

Penyanyi: Mimi Larasati dan Reda Gaudiamo

Terjemahan ke bahasa Inggris oleh John Gare

(Source: youtube.com)

Nini, bagaimana keadaannya hari ini? Aku dengar nini mau di bawa kerumah sakit? Kondisi Nini bertambah parah? Maaf Ni, aku terlalu cepat pulang ke Jakarta dan tidak bisa menemani Nini di sana saat ini.

Aku ingin sekali nini kembali sehat. Hanya nini yang membuat keluarga besar ini masih bisa berkumpul, paling tidak satu tahun sekali. Nini ingat tidak, saat kami semua datang ke Subang kamar menjadi barang rebutan. Siapa yang datang lebih dahulu, dia lah yang bisa dengan nikmatnya tidur di kamar. Sisanya ada yang tidur di bangku atau gelar kasur. Untungnya rumah Nini panjang, jadi kami bisa tidur berjejer sepanjang 10-15 meter di ruang tengah. Hidangan nasi akel, ikan pindang, sambel terasi ekstra pedas, tahu, dan beraneka lalapan yang menjadi menu paling laris di Subang.

Namun, ketika teringat celotehan Nini seperti ini: ”Duh Gusti nu Agung, abdi teh atos teu kiat. Sabaraha lami deui abdi teh di dieu? Beri abdi kakiatan, Gusti.”, aku merasa egois sekali. Nini merasa sudah kelelahan, tetapi aku menuntutnya untuk bertahan. Maafkan aku, Ni. 

Tuhan, aku harus bagaimana? Aku hanya inginkan yang terbaik untuk Nini. Jika memang waktunya sudah tidak lama lagi, aku rela dia kembali ke pangkuan-Mu. 

Maria Melati, Siapakah kau?

Saat membaca sebuah buku berjudul”18 Fiksi di Ranjang Bayi” karya N. Riantiarno, saya menemukan sepucuk surat cinta yang saya sukai dalam salah satu ceritanya. Saya setuju dengan Maria, sang tokoh cerita, bahwa surat itu sangat menarik dan berharga. Tak salah, jika ia melaminating surat itu dan memajangnya di dinding kamar tidur. Beginilah bunyi surat itu:

Hutan Bambu, 22 Mei 1970

Maria, kaulah bayangan indah yang muncul lewat desir lembut dedaunan di batang-batang bambu. Maria, kaulah cahaya yang coba menerobos celah-celah daun bambu dan jatuh tepat di wajahku. Maria, kaulah buah rinduku. Kaulah wujud dari setiap mimpiku. Kaulah Dewi Cinta. Maria, kaulah segalanya.

Tak pernah kutahu, membayangkan wajahmu merupakan kenikmatan atau penderitaan. Tapi tak sedetik pun wajahmu hilang dari benak kepala. Makin hari malah semakin nyata. Seakan kau hadir di depanku, berbicara denganku, tersenyum kepadaku, menyentuh wajahku. Kaulah angin, terasa ada tapi tak pernah nyata. Kaulah udara, gantungan nyawa. Suara suci dari setiap napasku.

Dan nama itu, Maria Melati, bergema setiap jantungku berdetak. Ke mana pun mata menatap, di sana kauada. Setiap kali bercermin, senyummu menjelma. Aku terjerat keinginan yang nyaris mustahil. Aku tercekik, tiada daya. Haruskah sia-sia? Kaulah cahaya itu, Maria. Aku langit kosong dan kau mataharinya. Kaulah kuman di seberang lautan, Maria, biar kecil tetap tampak. Kau juga sekaligus gajah di pelupuk mata, yang hadir sebesar aslinya. Kaulah kupu-kupu, yang berterbangan dalam mimpi-mimpiku, dan malah bikin tidurku selalu gelisah resah.

Maria Melati, Maria Melati, Maria Melati …

Kau seperti itu seperti ini. Begitu banyak dan tak cukup memadai untuk menjadi pendukung yang melengkapi satu kata itu; ‘Keindahan’. Ya, kau lebih dari ini dan itu, tapi apa? Aku sendiri tak pernah memperoleh jawabannya. Setiap keindahan yang memiliki rumusan, dan kaulah semua rumusan itu. Begitu banyak, sehingga tidak jelas. Begitu indah sehingga tak terbayangkan. Begitu cantik sehingga mustahil. Begitu nyata sehingga menutupi segalanya. Begitu kemilau sehingga bikin silau dan tak nampak jelas. Hanya kilauan, Kaubegitu… begitu, sehingga entah. Maria Melati, siapakah kau?

                                                                  Aku yang bertanya

Bagaimana pendapat kalian? Setujukah kalian dengan saya dan Maria?

Bilur Hati

Di sebuah ruang hampa, sesosok perempuan terbangun dari tidurnya. Ia melihat keadaan ruangan tersebut dengan bingung. Aroma dupa mulai merebak. Perempuan itu menangis.

"Ibu…."

Tangisan nya semakin menjadi-jadi dan dia bertambah histeris seperti orang gila. Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening. Perempuan itu pun tersenyum dan mengambil selendang sutra yang tergantung di pagar.


"Selendang sutra ini adalah selendang pertama dan benda berharga buat ku, karena selendang ini telah mengantarkan aku ke puncak kejayaan.
Selalu lekat dalam ingatanku riuh sorak penonton yang selalu terpukau dengan tarian ku. Aku menjadi idola dan aku sangat senang menghibur mereka. Saweran yang aku dapatkan pun begitu banyak, semakin hari semakin bertambah. Keahlian ku pun dikagumi oleh kalangan bangsawan, seringkali aku diundang untuk menari di acara mereka.
Ibu, ya ibu sangat berarti untukku. Tak kenal lelah ia berkorban dan berjuang untuk kehidupan ku. Dia pula lah yang setia mendukung ku untuk terus menari, hingga aku bisa menjadi penari yang hebat. Aku sangat menyayangi nya dan apapun akan aku lakukan untuk membuat nya bahagia dan bangga padaku. Bahagianya adalah bahagia ku. Aku tidak akan pernah mengecewakan nya, itu janji ku.
Ayah? Ah peduli setan dengan dia! Dimana dia saat ibu dan aku membutuhkan dia? Dimana dia saat ibu mengandung ku, melahirkan ku, dan merawat ku hingga saat ini? Gara-gara dia hidup kita dipandang sebelah mata. Dia pergi meninggalkan begitu banyak kebencian.
Ah, sudahlah.”

Perempuan itu kembali melihat selendang dan tersenyum.


"Malam itu, malam seusai pertunjukan, aku berkenalan dengan pria berperawakan santun dan dewasa. Hadi, ya itu namanya. Sambil tersenyum dia berkata bahwa aku memiliki bakat yang hebat dan dia kagum akan tarian ku. Semenjak saat itu, dia menjadi penonton setia.
Hadi adalah pria yang sangat baik dan berwibawa. Aku sangat nyaman berada di dekat nya. Dan aku pun mulai mencintainya, sangat mencintainya. Dia menjadi penyemangat hidupku selain ibu. Dia juga yang menjadi salah satu alasan ku untuk terus menari dengan baik dan indah. Aku tidak ingin kehilangan dia.
Sore itu, Hadi menghampiri ku dan mengatakan bahwa dia mencintai ku saat pertama kali melihat ku. Aku sangat senang mendengarnya, terlebih saat dia mengajak ku untuk menikah.”

Perempuan itu kembali bersedih


"Ibu, maafkan aku.
Firasatmu itu benar. Dia bukan yang terbaik untukku. Tidak seharusnya aku melawan dirimu hanya karena dia, dia yang mempermainkan aku.
Aku menyesal, Bu.”


(Naskah ini terinspirasi dari lagu Bilur-Sarasvati)

2 notes

19 plays

The sun has left and forgotten me
It’s dark, I cannot see
Why does this rain pour down
I’m gonna drown
In a sea
Of deep confusion

Somebody told me, I don’t know who
Whenever you are sad and blue
And you’re feelin’ all alone and left behind
Just take a look inside and you will find

You gotta hold on, hold on through the night
Hang on, things will be all right
Even when it’s dark
And not a bit of sparkling
Sing-song sunshine from above
Spreading rays of sunny love

Just hang on, hang on to the vine
Stay on, soon you’ll be divine
If you start to cry, look up to the sky
Something’s coming up ahead
To turn your tears to dew instead

And so I hold on to his advice
When change is hard and not so nice
You listen to your heart the whole night through
Your sunny someday will come one day soon to you

(hang on little tomato - pink martini)

2 notes

My Starbucks Playlist

  1. Os Mutantes - Baby
  2. The Living Sister - You Make Me Blue
  3. Sarah Mclachlan - Angel
  4. Morcheeba - Rome Wasn’t Built In a Day
  5. Morcheeba - Coming Down Gently
  6. Fitz And The Tantrums - Pickin’up The Pieces
  7. Damien Rice - 9 Crimes
  8. Nina Simone - Feeling Good
  9. Bill Withers - Just The Two of Us
  10. Bill Withers - Lean On Me
  11. Glen Hasard Feat Marketa Irglova - Falling Slowly
  12. RDM Feat KT Tunstall - Because The Night
  13. Pink Martini - Hang On Little Tomatto
  14. Roberta Flack Feat Donny Hathaway - Where Is The Love
  15. The Cookies Don’t Say Nothin’ Bad About My Baby
  16. Norah Jones - Come Away With Me
  17. Adele - Make You Feel My Love
  18. Duffy - Mercy
  19. Aretha Franklin - A Natural Women
  20. Che Lites - Oh Girl
  21. Bebe - Me Fui
  22. Alanis Morissette - Hand In My Pocket
  23. Jem - Save Me
  24. Jimmy Cliff - I Can See Clearly Now
  25. Si*Se - Mariposa En Havana
  26. The Cranberries - Linger
  27. Sioen - Cruisin’
  28. Shelby Lynne - Gotta Get Back
  29. Bon Iver Feat St. Vincent - Roselyn
  30. Marvin Gaye - What’s Going On
  31. Marvin Gaye - Mercy Mercy Me
  32. Marvin Gaye - Inner City Blues (Make Me Wanna Holler)
  33. George Benson - Breezin’
  34. Joni Mitchell - A Case of You
  35. US3 - Cantaloop

Starbucks Plaza Kampung Kemang a.k.a PKK (2010)